Ventilator ICU Berbasis IoT dengan Mikrokontroler ESP32: Solusi Inovatif Mahasiswa UNESA Berkolaborasi Dengan PT Stechoq Robotika Indonesia

Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan teknologi di era modern. Salah satu proyek yang menonjol adalah "Ventilator ICU with Temperature, BPM, and Oximeter", yang dikembangkan oleh Moch. Fajrud Dluha dalam program Studi Independen Bersertifikat (SIB) bekerja sama dengan PT Stechoq Robotika Indonesia.
Latar Belakang Proyek
Proyek ini hadir sebagai solusi inovatif untuk mendukung perawatan pasien di unit perawatan intensif (ICU). Ventilator ICU modern tidak hanya berfungsi membantu pernapasan, tetapi juga memantau kondisi vital pasien seperti:
- Suhu lingkungan pasien (Temperature)
- Denyut jantung (BPM - Beats Per Minute)
- Saturasi oksigen (Oximeter)
Penggunaan teknologi IoT (Internet of Things) memungkinkan pengumpulan data secara real-time dan pengiriman ke server cloud, sehingga memudahkan tenaga medis dalam memantau kondisi pasien dari jarak jauh.
Gambar 2. Wiring Ventilator
Teknologi yang Digunakan
Ventilator ini dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32 yang berfungsi sebagai otak dari sistem dengan kemampuan intigrasi IoT-nya. Alat ini juga memanfaatkan beberapa komponen dan sensor utama, yaitu:
- DHT22: Untuk mengukur suhu dan kelembapan udara.
- MAX30100: Untuk mendeteksi denyut jantung dan kadar oksigen dalam darah secara real- time.
- LCD 20x4: Untuk menampilkan data pemantauan langsung.
- ThingSpeak: Platform cloud IoT untuk mengirim dan menyimpan data agar dapat diakses dari mana saja.
Gambar 3. Tampilan Server Thinspeak
Fitur Utama
- Sensor DHT22 membaca suhu udara di sekitar pasien.
- Sensor MAX30100 mendeteksi denyut jantung (BPM) dan saturasi oksigen (SpO2).
- Data dari sensor dikirimkan secara nirkabel ke server ThingSpeak menggunakan koneksi WiFi ESP32.
- Data yang diterima akan divisualisasikan dalam bentuk grafik di platform ThingSpeak, sehingga dapat dipantau oleh tenaga medis dari jarak jauh.
- Selain itu, data juga ditampilkan langsung di layar LCD 20x4 pada perangkat ventilator.
Manfaat Proyek
Proyek ini memiliki potensi besar dalam mendukung layanan kesehatan, khususnya:
• Memberikan data vital pasien secara real-time kepada dokter dan perawat.
• Meminimalkan risiko human error dalam pengukuran parameter vital.
• Meningkatkan efisiensi pemantauan pasien di ICU.
Kerja Sama dengan PT Stechoq Robotika Indonesia
Sebagai mitra dalam proyek ini, PT Stechoq Robotika Indonesia menyediakan bimbingan dan teknologi terkini dalam pengembangan perangkat. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara dunia akademik dan industri dalam menciptakan solusi nyata bagi masyarakat.
Gambar 4. Dokumentasi Presentasi Akhir
Tantangan dalam Pengembangan
Proyek ini menghadapi beberapa tantangan, seperti pengintegrasian berbagai sensor dengan ESP32, pengelolaan data di server ThingSpeak, dan pengujian untuk memastikan akurasi pembacaan sensor. Namun, dengan semangat belajar dan bimbingan dari para mentor di PT Stechoq, semua kendala berhasil diatasi.
Kesimpulan
Proyek Ventilator ICU Berbasis IoT ini merupakan langkah maju dalam pengembangan teknologi kesehatan. Moch. Fajrud Dluha bersama UNESA dan PT Stechoq Robotika Indonesia membuktikan bahwa inovasi teknologi dapat menjadi solusi bagi tantangan di bidang medis.
Dukungan dari program Studi Independen Bersertifikat (SIB) memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari industri, menghasilkan karya yang tidak hanya bermanfaat bagi karier pribadi, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Penulis: Moch. Fajrud Dluha Nim : 21050874040
S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya (Unesa)