INOVASI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA DALAM MENGEMBANGKAN ALAT MONITORING OLAHRAGA BERBASIS IoT DENGAN ANTENA METASURFACE TERINTEGRASI WEBSITE DAN MOBILE DEVICE

Terkadang beberapa orang jarang memperhatikan kondisi badan mereka saat melakukan olahraga atau aktifitas fisik lainnya. Beberapa dari mereka mengandalkan smartwatch yang hanya bisa memantau beberapa kondisi tubuh. Adapun untuk mengetahui kondisi badan lebih lanjut dilakukan dengan menggunakan alat medis seperti thermometer dan pengukur tensi darah (saat check up kesehatan dan sebagainya, bukan saat melakukan olahraga). Beberapa penelitian terkait pengukuran kondisi badan saat berolahraga sudah pernah dilakukan, beberapa hal yang mungkin menjadi kendala di saat pengukuran, diantaranya : (a) pengukuran hanya bisa dilakukan satu per satu (tidak bisa multi-user), (b) Peralatan pendeteksian yang tidak terintegrasi jadi satu sehingga harus dibawa tersendiri, (c) membutuhkan waktu lama untuk mengambil data (posting data), (d) kurang fleksibel dan user friendly dalam menyajikan data (belum terdapat sistem manejemen yang menyajikan hasil pengukuran data secara real-time). Berdasarkan beberapa permasalahan tersebut inventor menginisiasi untuk melakukan inovasi berupa alat yang bisa mengukur beberapa kondisi tubuh saat berolaraga dan mengirim datanya secara nirkabel (wireless), dan berbasis IoT. Berdasarkan penelusuran paten IN202341037884 oleh Dr.B.Prabha, dkk pada tanggal 18 Agustus 2023 tentang ” IOT BASED MULTI PARA PATIENT MONITORING DEVICE” , Perangkat yang dapat dikenakan ini mengintegrasikan beberapa sensor untuk terus memantau tanda-tanda vital dan parameter kesehatan , termasuk detak jantung, tekanan darah, laju pernapasan, suhu, dan saturasi oksigen. Data yang dikumpulkan dikirimkan secara nirkabel ke stasiun pemantauan pusat atau platform berbasis cloud, yang memungkinkan para profesional layanan kesehatan untuk mengakses dan menganalisis informasi dari jarak jauh secara waktu nyata. Sistem analisis data perangkat ini menggunakan algoritme canggih untuk mendeteksi kelainan, tren, dan pola dalam data pasien, yang memfasilitasi deteksi dini masalah kesehatan dan intervensi yang dipersonalisasi. Perangkat ini juga mendorong keterlibatan pasien dengan menyediakan antarmuka yang mudah digunakan bagi pasien untuk mengakses data waktu nyata mereka sendiri. Dengan potensinya untuk meningkatkan hasil pasien, meningkatkan pemantauan jarak jauh , dan mengoptimalkan pemberian layanan kesehatan , perangkat pemantauan pasien multiparameter berbasis IoT ini merupakan kemajuan signifikan dalam bidang teknologi medis Invensi lain IN202141056086 oleh Mr. L.K. Balaji Vanesh tentang “ MOBILE APP FOR HEALTH MONITORING AND SURVEILLANCE SYSTEM” Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mengembangkan perangkat perawatan kesehatan berbiaya rendah untuk memantau suhu dan detak jantung pasien menggunakan IoT. Sensor-sensor terhubung ke papan Arduinonano. Kondisi kesehatan pasien dideteksi oleh mikrokontroler dan dihubungkan secara internal ke layar LCD. Koneksi Wi-Fi digunakan untuk mengirimkan statistik pasien ke server web menggunakan log IoT Wi- Fi. Penyesuaian mendadak pada pasien menunjukkan bahwa peringatan suhu tubuh dikirim dari pasien. Sistem ini menampilkan indikasi dari suhu tubuh pasien, dan detak jantung dilacak oleh data dengan penanda waktu melalui jaringan internet. Invensi lain IN202141058585 oleh Dr.M.N.Vimal Kumar DKK pada 24 desember 2021 tentang ”Smart Versatile Health Monitoring System” Tujuan dari penemuan ini adalah untuk merancang dan mengembangkan jam tangan pintar serbaguna yang mendeteksi parameter kesehatan dan aktivitas pengguna. Sistem pemantauan kesehatan pintar serbaguna ini menyediakan pemantauan jarak jauh terhadap pasien dengan mengidentifikasi variasi pola dalam parameter kesehatan yang divisualisasikan ke monitor melalui Aplikasi Seluler. Komputasi awan dan layanan IOT membuat sistem mampu memicu respons yang memberi tahu personel pemantauan jika terjadi variasi besar serta memungkinkan monitor untuk memulai permintaan ke layanan medis jika terjadi keadaan darurat. Sedangkan invensi pada kali ini akan menggunakan sekitar 4 buah sensor untuk mendeteksi masing-masing jarak atau rute olahraga, langkah kaki, suhu tubuh, detak jantung, tekanan darah, oksigen dalam tubuh, kadar VO2 Max, dan tingkat stres seseorang saat berolahraga dengan menggunakan media transmisi berupa Antena Omnidirectional yang memungkinkan untuk mengambil data secara cepat dan akurat, dengan jangkauan area yang cukup besar, untuk selanjutnya dikirim dan diterima oleh receiver. Kemudian pada alat receiver selanjutnya menggunakan modul GSM untuk proses pengiriman data ke server Sistem Manajemen Informasi Olahraga.
Dalam menghadapi kendala tersebut, diperlukan solusi inovatif berupa alat monitoring olahraga berbasis IoT yang mampu memantau berbagai parameter kesehatan tubuh secara realtime dan terintegrasi. Alat ini tidak hanya akan memberikan kemudahan dalam pengukuran kondisi tubuh selama olahraga, tetapi juga menyajikan data yang dapat diakses melalui perangkat mobile dan website dengan antarmuka yang mudah digunakan.