1. Pendahuluan
Teknologi jaringan area lokal tanpa kabel (WLAN) telah mengalami perkembangan yang sangat cepat. Sejak diperkenalkan pada tahun 1997 dan diratifikasi sebagai standar pada tahun 1999, yaitu standar IEEE. 802.11b atau yang disebut WiFi generasi pertama dan terus berevolusi hingga mencapai standar IEEE 802.11ax yang disebut WiFi generasi keenam. Setiap generasi WiFi menghadirkan perubahan besar dalam metode transmisi dan modulasi yang diterapkan, serta fitur-fitur yang lain yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
Saat ini pemanfaatan teknologi WiFi atau wireless LAN (WLAN) sebagai sarana untuk mengakses internet mengalami peningkatan penggunaan yang meminta agar WiFi berfungsi secara maksimal dan efisien. Dalam konteks ini, untuk patokan WLAN yang sekarang digunakan, yaitu IEEE 802.11ax (WiFi 6/6E), dan yang dijadwalkan rilis pada tahun 2024 di masa depan, yaitu IEEE 802.11be (WiFi 7) menekankan peningkatan throughput, peningkatan keandalan (reliabilitas) dalam lingkungan yang padat, pemakaian daya yang minim (low power), kemampuan jangkauan sinyal, serta sejumlah fitur tambahan untuk menangani pemakaian dan fungsi jaringan nirkabel yang semakin rumit.
2. Pembahasan
a) Pengertian
Wi-Fi 6E adalah pengembangan dari standar Wi-Fi 6 (802.11ax) yang memperluas jangkauan frekuensi ke pita 6 GHz. Huruf "E" dalam Wi-Fi 6E merupakan singkatan dari "Extended", yang berarti perpanjangan spektrum. Jika Wi-Fi sebelumnya hanya menggunakan frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz, maka Wi-Fi 6E memungkinkan perangkat untuk beroperasi juga di frekuensi 6 GHz yang lebih luas dan bebas gangguan. Penambahan pita 6 GHz ini memberikan ruang tambahan sebesar 1200 MHz, yang memungkinkan lebih banyak kanal non-overlapping dengan lebar hingga 160 MHz. Hal ini secara langsung meningkatkan kecepatan transfer data, mengurangi latensi, serta mengurangi interferensi antar jaringan, terutama di lingkungan padat perangkat.
Wi-Fi 6E tetap membawa semua fitur unggulan Wi-Fi 6 seperti MU-MIMO, OFDMA, dan Target Wake Time, namun dengan performa yang lebih optimal karena spektrum tambahan tersebut. Dengan demikian, Wi-Fi 6E menjadi solusi jaringan nirkabel masa kini yang sangat cocok untuk mendukung aktivitas digital intensif seperti video streaming 4K/8K, cloud gaming, realitas virtual (VR), dan penggunaan Internet of Things (IoT) dalam skala besar.
b) Perbedaan wifi 6 dan 6e

Pada dasarnya, WiFi 6E dibuat dengan menggunakan fitur yang sama seperti WiFi 6. Namun, dengan menambahkan akses ke pita nirkabel 6 GHz yang baru. Oleh karena itu, terdapat beberapa perbedaan antara kedua teknologi WiFi ini, antara lain sebagai berikut.
1. Spektrum Tambahan
WiFi 6E memiliki pita 6 GHz yang mendukung 14 saluran 80 MHz dan 7 saluran 160 MHz. Jadi, lebih banyak saluran WiFi yang tersedia, sehingga semakin banyak spektrum dan lebih sedikit tumpang tindih antar jaringan, khususnya di area ramai, seperti kantor.
2. Banyak Saluran dengan Bandwidth Tinggi
Pita nirkabel 6 GHz juga mendukung dua kali lebih banyak saluran bandwidth tinggi daripada pita 5 GHz. Hal ini memungkinkan pengguna untuk lebih banyak mengakses aplikasi streaming 4K dan 8K, video conference beresolusi tinggi, dan game dengan dukungan virtual reality.
3. Tidak Ada Perangkat Versi Lama
Secara eksklusif, pita 6 GHz hanya digunakan oleh perangkat yang didukung oleh fitur WiFi 6E. Artinya, tidak ada perangkat generasi lama, seperti WiFi 3 sampai 6 yang menggunakan pita 6 GHz. Apalagi jaringan 6 GHz tidak akan melambat untuk mengakomodasi perangkat lama. Jadi, perangkat WiFi 6E bisa tetap menggunakan peningkatan bandwidth sepenuhnya dengan kecepatan 6 GHz tanpa harus bersaing dengan perangkat non-6E lain
4. Wajib Menggunakan WiFi Protected Access
Penggunaan WPA 3 wajib bagi semua perangkat generasi WiFi 6 Certified yang beroperasi di pita 6 GHz. Adapun WPA 3 merupakan sertifikasi keamanan Wi-Fi Alliance yang terbaru. WPA ini menyediakan protokol keamanan serta otentikasi terbaru yang dapat membuat jaringan 6 GHz lebih aman dan sulit diretas.
c) Kelebihan teknologi 6e

Fitur | Wi-Fi 5 (802.11ac) | Wi-Fi 6 (802.11ax) | Wi-Fi 6E (802.11ax-6GHz) |
Spektrum Frekuensi | 5 GHz | 2.4 & 5 GHz | 2.4, 5 & 6 GHz |
Kanal 160 MHz tersedia | Terbatas | Terbatas | Banyak tersedia |
Gangguan jaringan | Tinggi | Sedang | Sangat rendah |
Jumlah saluran 80 MHz | 6 | 6 | Hingga 14 |
Kecepatan | ±3.5 Gbps | ±9.6 Gbps | ±10 Gbps lebih stabil |
d) Kekurangan
Meskipun Wi-Fi 6E menawarkan peningkatan signifikan dari segi kecepatan, kapasitas, dan latensi dibanding generasi sebelumnya, teknologi ini juga memiliki sejumlah kekurangan yang perlu diperhatikan. Salah satu kekurangan utama adalah jangkauan sinyal yang lebih pendek. Hal ini disebabkan oleh penggunaan frekuensi 6 GHz yang memiliki panjang gelombang lebih pendek dibanding 2,4 GHz dan 5 GHz, sehingga lebih mudah terhalang oleh dinding atau objek padat. Akibatnya, jangkauan Wi-Fi 6E dalam ruangan besar atau bangunan bertingkat bisa kurang optimal tanpa penggunaan repeater atau access point tambahan.
Selain itu, kompatibilitas perangkat menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua perangkat saat ini mendukung pita 6 GHz, sehingga pengguna harus membeli perangkat keras baru seperti router dan laptop atau smartphone yang mendukung Wi-Fi 6E agar bisa memanfaatkan keunggulannya. Ini berarti adanya biaya tambahan untuk melakukan upgrade perangkat jaringan dan client device, yang bagi sebagian pengguna bisa menjadi hambatan dalam adopsi awal.
Dari sisi regulasi, belum semua negara mengizinkan penggunaan spektrum 6 GHz untuk Wi-Fi. Di beberapa wilayah, penggunaan pita ini masih dibatasi atau belum dibuka sama sekali karena konflik kepentingan dengan layanan komunikasi lain seperti siaran satelit atau layanan radio berlisensi. Hal ini membuat distribusi perangkat Wi-Fi 6E menjadi tidak merata secara global.
Terakhir, karena Wi-Fi 6E adalah teknologi baru, dukungan ekosistem dan infrastruktur seperti router enterprise, firmware, dan software manajemen jaringan masih dalam tahap pengembangan atau terbatas. Hal ini berpengaruh pada kestabilan dan optimalisasi performa Wi-Fi 6E, khususnya dalam skala besar seperti di kampus, rumah sakit, atau perusahaan.
e) Teknik switching dalam teknologi wifi 6e
1. Switching Frekuensi (Frequency Switching)
Dalam jaringan Wi-Fi 6E, access point dapat melakukan pemilihan kanal frekuensi secara dinamis di antara pita 2,4 GHz, 5 GHz, dan 6 GHz. Ini disebut sebagai band steering atau frequency band switching. Access point secara otomatis “menywitch” atau memindahkan perangkat yang kompatibel ke pita 6 GHz untuk menghindari kepadatan dan interferensi pada pita yang lebih rendah. Hal ini memungkinkan efisiensi spektrum dan mengurangi beban lalu lintas di kanal padat.
2. Load Balancing Switching
Router dan access point modern yang mendukung Wi-Fi 6E dapat menggunakan teknik switching untuk menyebarkan beban trafik secara merata ke berbagai kanal dan pita frekuensi. Misalnya, jika kanal 5 GHz mulai penuh, perangkat bisa secara otomatis diswitch ke kanal 6 GHz yang lebih kosong, tanpa mengganggu koneksi aktif. Teknik ini penting untuk mendukung banyak perangkat secara simultan tanpa bottleneck.
3. Packet Switching dengan OFDMA (Orthogonal Frequency-Division Multiple Access)
Wi-Fi 6E menggunakan OFDMA, yaitu teknik pembagian kanal menjadi sub-kanal yang lebih kecil. Ini adalah bentuk dari packet-level switching yang sangat efisien. Dalam satu kanal 160 MHz, data dari beberapa perangkat dikirim secara bersamaan melalui sub-kanal yang berbeda. OFDMA memungkinkan switching data antar sub-kanal dan pengguna secara real-time, menghasilkan latensi rendah dan efisiensi tinggi.
4. MU-MIMO Switching (Spatial Stream Switching)
Dengan MU-MIMO (Multi-User Multiple Input Multiple Output), Wi-Fi 6E bisa mengirim dan menerima data dari banyak perangkat secara bersamaan melalui stream spasial yang terpisah. Switching antar stream dilakukan secara dinamis berdasarkan kebutuhan bandwidth masing-masing perangkat. Ini semacam “switching spasial” untuk distribusi sinyal yang efisien.
5. Seamless Roaming dan Handover Switching
Dalam jaringan Wi-Fi 6E yang menggunakan banyak access point (mesh system atau enterprise Wi-Fi), perangkat pengguna dapat berpindah (switching) antar access point tanpa kehilangan koneksi. Protokol seperti 802.11k, 802.11v, dan 802.11r memungkinkan switching ini terjadi dengan cepat, memberikan pengalaman roaming yang mulus terutama untuk aplikasi real-time seperti video call atau gaming.
3. Penutup
Wi-Fi 6E merupakan lompatan besar dalam dunia jaringan nirkabel modern, khususnya dalam menjawab kebutuhan akan konektivitas berkecepatan tinggi dan latensi rendah di era digital. Dengan adanya spektrum 6 GHz, teknologi ini mampu menyediakan lebih banyak kanal, mengurangi gangguan sinyal, serta meningkatkan efisiensi penggunaan jaringan melalui berbagai teknik switching yang cerdas. Namun, tantangan berupa jangkauan terbatas, biaya perangkat, dan regulasi masih menjadi hambatan dalam adopsi luas teknologi ini. Oleh karena itu, implementasi Wi-Fi 6E perlu dipertimbangkan dengan matang, terutama dalam skenario yang membutuhkan performa tinggi seperti smart home, perkantoran padat, dan industri IoT.
4. Daftar pustaka
- Cisco, “What is Wi-Fi 6E?”, https://www.cisco.com/c/en/us/solutions/enterprise-networks/802-11ax-solution/index.html
- IEEE Standards Association, “IEEE 802.11ax Standard”, https://standards.ieee.org/
- Intel, “Wi-Fi 6E Technology Explained”, https://www.intel.com
- Aruba Networks, “The Wi-Fi 6E Guide”, https://www.arubanetworks.com
- TP-Link, “Benefits of Wi-Fi 6E”, https://www.tp-link.com
Melina
23050514098
Pendidikan Teknik Elektro,
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Surabaya
melina.23098@mhs.unesa.ac.id