TEKNOLOGI BIG DATA
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat pada abad ke-21 telah membawa manusia memasuki era digital, di mana data menjadi salah satu aset paling berharga. Munculnya konsep Big Data merupakan respon terhadap ledakan informasi digital yang tidak hanya berkembang dalam jumlah besar (volume), tetapi juga dalam kecepatan (velocity), keragaman (variety), serta kompleksitas dalam pengolahan dan analisisnya. Big Data mengacu pada kumpulan data yang sangat besar dan kompleks sehingga tidak dapat diolah dengan menggunakan sistem atau perangkat lunak konvensional. Data-data ini dapat berasal dari berbagai sumber seperti media sosial, sensor IoT, transaksi bisnis, rekam medis, log sistem, video pengawasan, hingga data dari mesin-mesin industri. Dengan kemampuan untuk menganalisis pola, tren, dan korelasi dari data dalam jumlah besar, Big Data telah menjadi tulang punggung dalam pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making) di berbagai bidang seperti pemerintahan, keuangan, kesehatan, pendidikan, logistik, dan keamanan siber. Namun, tantangan terbesar dalam pengelolaan Big Data bukan hanya terletak pada kapasitas penyimpanan dan analisis data, melainkan juga pada bagaimana data tersebut dapat ditransmisikan secara efisien dari berbagai sumber menuju pusat data atau sistem pemrosesan.
Gambar 1. Ilustrasi Bug Data
Teknologi Big Data
Dalam konteks ini, infrastruktur jaringan menjadi komponen krusial yang harus mendukung kebutuhan komunikasi data berkecepatan tinggi, rendah latensi, dan andal. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, penerapan teknik switching dalam sistem jaringan menjadi sangat penting. Switching adalah proses pemindahan paket data dari satu perangkat jaringan ke perangkat lainnya hingga mencapai tujuan akhirnya. Teknik switching memungkinkan jaringan untuk mengatur lalu lintas data dengan efisien, menghindari kemacetan jaringan, serta menjamin kelancaran distribusi data dalam skala besar sebagaimana dibutuhkan dalam ekosistem Big Data.
Terdapat dua teknik switching utama yang sering diterapkan dalam jaringan, yaitu circuit switching dan packet switching. Circuit switching adalah metode di mana jalur komunikasi tetap dibangun antara pengirim dan penerima selama sesi transmisi berlangsung. Teknik ini menjamin kualitas koneksi yang konsisten namun kurang fleksibel dan tidak efisien dalam penggunaan sumber daya jaringan. Sebaliknya, packet switching memecah data menjadi paket-paket kecil yang dikirim secara independen melalui jalur yang berbeda dan kemudian dirakit kembali di tujuan akhir. Teknik ini lebih sesuai untuk kebutuhan Big Data karena menawarkan fleksibilitas, efisiensi bandwidth, dan toleransi terhadap kegagalan jaringan.
Dalam implementasi sistem Big Data yang memerlukan transfer data dalam jumlah besar dari banyak sumber secara simultan, packet switching memberikan keunggulan dari sisi skalabilitas dan kecepatan. Seiring dengan meningkatnya volume data, kualitas jaringan menjadi faktor penentu keberhasilan pengelolaan Big Data. Tanpa dukungan jaringan yang memadai, kecepatan transfer data akan terhambat, yang pada akhirnya dapat mengganggu proses pengolahan data secara real-time. Oleh karena itu, integrasi antara teknologi Big Data dan teknik switching bukan hanya opsional, tetapi menjadi kebutuhan strategis yang tidak bisa diabaikan. Misalnya, dalam sistem pemantauan bencana berbasis sensor, data dari berbagai titik pengamatan harus dikirimkan secara real-time ke pusat analisis. Jika tidak didukung oleh teknik switching yang tepat, proses pengambilan keputusan dapat terlambat dan berakibat fatal. Demikian pula dalam bidang kesehatan, rumah sakit yang menggunakan sistem Big Data untuk manajemen rekam medis dan pemantauan pasien memerlukan jaringan dengan teknik switching yang efisien agar data dapat diakses oleh tenaga medis secara cepat dan akurat. Selain itu, penerapan teknik switching juga membantu mengatasi isu keamanan data.
Dalam packet switching, karena data dikirim dalam bentuk paket-paket yang terdistribusi, maka risiko penyadapan data dapat diminimalkan dibandingkan dengan circuit switching yang menggunakan satu jalur komunikasi tetap. Selain itu, kombinasi antara teknik switching dan protokol jaringan yang aman memungkinkan enkripsi data dalam setiap paket yang ditransmisikan, meningkatkan kepercayaan dalam implementasi Big Data, terutama pada sektor-sektor yang sensitif seperti perbankan dan intelijen negara.
Penting juga untuk menyoroti bahwa integrasi Big Data dan teknik switching turut mendorong transformasi digital di berbagai organisasi. Perusahaan-perusahaan kini berlomba untuk menerapkan arsitektur jaringan yang mendukung switching canggih seperti Software-Defined Networking (SDN) agar dapat mengelola data secara fleksibel dan otomatis. Hal ini menunjukkan bahwa switching bukan lagi sekadar komponen teknis dalam jaringan, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi pengelolaan data besar yang berorientasi pada efisiensi operasional dan inovasi teknologi.
Gambar 2. Tipe-tipe Big Data
Ppenerapan teknik switching, terutama packet switching dan pengembangan seperti Software Defined Networking (SDN) serta Multiprotocol Label Switching (MPLS), terbukti memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan performa sistem Big Data. Switching memungkinkan pengelolaan lalu lintas data secara dinamis, mempercepat proses transmisi, meminimalisir kemacetan jaringan, serta meningkatkan keamanan data melalui distribusi paket yang tersebar. Teknik switching juga memperkuat aspek skalabilitas dan fleksibilitas jaringan, khususnya dalam lingkungan cloud dan data center, yang menjadi fondasi utama penyimpanan dan pemrosesan data dalam sistem Big Data.
Keberhasilan implementasi switching dalam sistem Big Data sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur jaringan, kualitas perangkat keras, dan kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan sistem. Oleh karena itu, sinergi antara teknologi dan strategi manajemen sangat diperlukan agar potensi Big Data dapat dimaksimalkan untuk pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis data di berbagai sektor. Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, peran teknik switching dalam mendukung Big Data diprediksi akan semakin penting, terutama dalam menghadapi tantangan volume data yang terus meningkat dan kebutuhan konektivitas yang semakin kompleks. Switching bukan lagi sekadar teknologi jaringan, melainkan menjadi fondasi utama yang menentukan efektivitas dan keberhasilan implementasi Big Data dalam era digital saat ini.
Referensi
Munawar, Z., & Putri, N. I. (2020). Keamanan IoT Dengan Deep Learning dan Teknologi Big Data. TEMATIK, 7(2), 161-185.
Nabilah, S. (2023). Pengaruh Penggunaan Teknologi Big Data dalam Bisnis Retail Terhadap Keputusan Konsumen. WriteBox, 1(1).
Adi Sahputra, E. S., & Nendi, I. (2024). Application of Big Data and Analytics to Increase Competitive Advantage. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 5(5).
Putra, A. S. (2021). Hukum Persaingan 4.0: Issue Bigdata, Artificial Intelligence Dan Blockchain Dalam Konteks Hukum Persaingan Usaha Di Era Industri Ekonomi Digital. " Dharmasisya” Jurnal Program Magister Hukum FHUI, 1(3), 4.
Disusun oleh Maulana Abel Pratama