Figure 3. Persentase Tantangan dalam Implementasi IoT
VI. Tren dan Perkembangan Masa Depan Teknologi IoT
A. Konvergensi Teknologi
Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) ke depan diperkirakan akan semakin terintegrasi dengan berbagai teknologi mutakhir lainnya. Tren terkini menunjukkan bahwa IoT akan berkonvergensi dengan:
1) Artificial Intelligence (AIoT): Penggabungan IoT dengan kecerdasan buatan memungkinkan pengambilan keputusan otomatis dan prediktif berdasarkan data sensor secara real-time.
2) 5G dan Edge Computing: Ketersediaan jaringan 5G yang luas dan latensi rendah, serta pemrosesan data di tepi jaringan (edge), akan mendorong respons yang lebih cepat dan efisiensi tinggi dalam sistem IoT.
3) Blockchain: Teknologi buku besar terdistribusi digunakan untuk meningkatkan keamanan data dan kepercayaan dalam pertukaran informasi antarperangkat IoT.
4) Digital Twin: Model digital dari sistem fisik yang memungkinkan simulasi dan optimasi operasional secara real-time berbasis data sensor aktual.
B. Proyeksi Pertumbuhan Global dan Nasional
Data terbaru dari industri menunjukkan bahwa nilai pasar global IoT diperkirakan akan mencapai sekitar 1,1 triliun dolar AS pada tahun 2028, dengan laju pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 25% sepanjang periode 2024–2028.
Di Indonesia, tingkat adopsi teknologi IoT menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, dengan estimasi pertumbuhan sekitar 30% setiap tahunnya, seiring meningkatnya digitalisasi di sektor industri, transportasi, dan layanan publik.
KESIMPULAN
Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yang signifikan:
Teknologi Internet of Things (IoT) telah berkembang dengan baik melalui struktur berlapis yang mendukung berbagai aplikasi, mulai dari rumah pintar hingga otomatisasi industri.
Pelaksanaan IoT memberikan keuntungan yang besar dalam efisiensi operasional, pengurangan biaya, dan perbaikan kualitas hidup.
Tantangan utama mencakup aspek keamanan siber, kemampuan untuk berinteraksi secara efektif, serta kebutuhan akan investasi infrastruktur yang signifikan.
Keberhasilan pelaksanaan tergantung pada perencanaan yang strategis, pemilihan teknologi yang sesuai, serta pengelolaan perubahan yang efisien.
REFERENSI
[1] A. Al-Fuqaha, M. Guizani, M. Mohammadi, M. Aledhari, and M. Ayyash, “Internet of Things: A Survey on Enabling Technologies, Protocols, and Applications,” IEEE Communications Surveys and Tutorials, vol. 17, no. 4, pp. 2347–2376, Oct. 2015, doi: 10.1109/COMST.2015.2444095.
[2] A. Kurniawan, “SEJARAH, CARA KERJA DAN MANFAAT INTERNET OF THINGS.”
[3] F. Susanto, N. Komang Prasiani, and P. Darmawan, “IMPLEMENTASI INTERNET OF THINGS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI,” Online, 2022. [Online]. Available: https://jurnal.std-bali.ac.id/index.php/imagine
[4] A. A. Ayuningtyas, “PENERAPAN INTERNET OF THINGS (IoT) DALAM UPAYA MEWUJUDKAN PERPUSTAKAAN DIGITAL DI ERA SOCIETY 5.0.”
[5] F. Ahmad Nasution, S. Asria Nanda, and T. Muhammad Ridwan, “Peran Internet Of Thing (Iot) (Fakhruddin Ahmad Nasution dkk,” Jurnal Malikussaleh Mengabdi, vol. 3, no. 2, p. 410, 2024, doi: 10.29103/jmm.
[6] S. Megawati and A. Lawi, “Pengembangan Sistem Teknologi Internet of Things Yang Perlu Dikembangkan Negara Indonesia.”
[7] I. P. Sari, A. Novita, A.-K. Al-Khowarizmi, F. Ramadhani, and A. Satria, “Pemanfaatan Internet of Things (IoT) pada Bidang Pertanian Menggunakan Arduino UnoR3,” Blend Sains Jurnal Teknik, vol. 2, no. 4, pp. 337–343, Jun. 2024, doi: 10.56211/blendsains.v2i4.505.
[8] M. B. Hartanto, A. S. Putra, T. M. Fawa, and T. M. Fawaati, “Analisis Dampak Implementasi Internet Of Things (IOT) Terhadap Efisiensi Operasional Di Industri Manufaktur.”
[9] N. S. Madani, M. Dimas Zulfahmi, L. E. Sinarudia, M. W. Solihan, and D. Pratama, “JURNAL REIN (REKAYASA INFORMATIKA) Analisis Penerapan Internet of Things: Systematic Literature Review.”