UNESA Sukses Melaksanakan Kegiatan Temu Nasional FORTEI 2025, ICVEE 2025, dan SNTE 2025
Surabaya, 24 September 2025 – Rangkaian acara besar di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknik elektro resmi digelar di Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Tiga agenda utama yang diselenggarakan pada hari pertama meliputi Temu Nasional FORTEI 2025, The 8th International Conference on Vocational Education and Electrical Engineering (ICVEE 2025), serta Seminar Nasional Teknik Elektro (SNTE 2025). Kegiatan berlangsung pada tanggal 24 September 2025 mulai pukul 07.30 hingga 17.00 WIB dengan penuh antusiasme dari para akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi industri, hingga pemangku kebijakan.
Acara ini dipimpin oleh dua ketua pelaksana, yakni Dr. Ir. Lusia Rakhmawati, S.T., M.T. untuk FORTEI 2025 dan Ervin Yohannes, S.Kom., M.Kom., M.Sc., Ph.D. untuk ICVEE 2025. Keduanya menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, riset, serta industri dalam menjawab tantangan global di bidang keteknikan, energi, teknologi cerdas, dan keberlanjutan.
Temu Nasional FORTEI 2025
Agenda pertama hari ini adalah Temu Nasional FORTEI 2025 dengan tema “Peran FORTEI dalam Mewujudkan Pendidikan Tinggi Teknik Elektro yang Berdampak bagi Masyarakat”. Dalam forum ini, para dosen, peneliti, dan perwakilan perguruan tinggi teknik elektro dari seluruh Indonesia berkumpul untuk merumuskan arah pengembangan kurikulum, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang lebih aplikatif.
Diskusi menggarisbawahi pentingnya transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Selain itu, pertemuan ini menjadi momentum bagi FORTEI untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas lulusan yang siap menghadapi perkembangan industri 4.0 dan society 5.0.
Dengan mengusung tema “Peran FORTEI dalam Mewujudkan Pendidikan Tinggi Teknik Elektro yang Berdampak bagi Masyarakat”, temu nasional tahun ini menghadirkan serangkaian forum yang berlangsung secara paralel. Forum-forum tersebut dirancang untuk membahas isu spesifik sesuai bidang masing-masing, sehingga keputusan dan rekomendasi yang dihasilkan dapat lebih fokus, terarah, dan aplikatif.
Forum Pembahasan Kebijakan Umum dan AD/ART FORTEI
Forum pertama mempertemukan Dewan Penasehat, Dewan Kehormatan, Ketua dan Wakil Ketua FORTEI, serta para Ketua dan Wakil Regional. Agenda utama forum ini adalah meninjau kembali kebijakan umum organisasi, menyempurnakan AD/ART, serta memperkuat tata kelola kelembagaan. Forum ini menjadi wadah penting untuk memastikan keberlangsungan organisasi FORTEI tetap adaptif terhadap perubahan dan mampu memberi kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi teknik elektro di Indonesia.
Forum Direktorat Pendidikan, Kurikulum, dan Penjaminan Mutu
Forum ini membahas strategi penyusunan kurikulum teknik elektro yang relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan standar global. Diskusi difokuskan pada integrasi teknologi terkini seperti kecerdasan buatan, IoT, serta energi terbarukan ke dalam mata kuliah inti. Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya sistem penjaminan mutu agar lulusan memiliki kompetensi sesuai standar nasional maupun internasional.
Forum Direktorat Seminar Series dan Publikasi Ilmiah
Dalam forum ini, perhatian diarahkan pada peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah dosen maupun mahasiswa. Peserta forum menyoroti pentingnya penguatan seminar series yang konsisten dan berkelanjutan, serta strategi peningkatan publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Dengan demikian, FORTEI dapat berperan sebagai motor penggerak dalam mengangkat reputasi akademik dan penelitian bidang teknik elektro di Indonesia.
Forum Direktorat Kerjasama dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Forum ini menekankan pada pentingnya menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, baik industri, pemerintah, maupun lembaga internasional. Diskusi mencakup pengembangan program pengabdian masyarakat berbasis teknologi, seperti solusi energi terbarukan di desa terpencil, hingga penerapan sistem IoT untuk mendukung ketahanan pangan. Forum ini menjadi ajang untuk memperluas kontribusi nyata FORTEI dalam menyelesaikan masalah di tengah masyarakat.
Forum Direktorat Pengembangan Society, Forkom PTS, dan Forkom Vokasi
Forum ini memiliki cakupan yang luas, melibatkan berbagai kalangan untuk memperkuat peran FORTEI sebagai wadah kolaboratif. Fokus pembahasan meliputi pengembangan society sebagai ruang interaksi akademisi dan praktisi, penguatan Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Swasta (Forkom PTS), serta penguatan Forum Komunikasi Vokasi (Forkom Vokasi). Tujuannya adalah menjembatani berbagai kepentingan dan memastikan pendidikan vokasi maupun non-vokasi berjalan seiring dalam mendukung kebutuhan industri dan masyarakat.
Forkom PTS dan Forkom Vokasi
Selain bagian dari forum direktorat, Forkom PTS dan Forkom Vokasi juga memiliki sesi khusus. Forum ini memberikan ruang bagi perguruan tinggi swasta dan vokasi untuk menyampaikan aspirasi, tantangan, serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan di bawah koordinasi FORTEI.
Sinergi Forum untuk Hasil Nyata
Penyelenggaraan forum-forum paralel ini menunjukkan komitmen FORTEI untuk bekerja secara sistematis dan kolaboratif. Setiap forum menghasilkan rekomendasi strategis yang nantinya akan disinergikan dalam sidang pleno. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bersama dalam pengembangan pendidikan tinggi teknik elektro, baik dari sisi kurikulum, riset, pengabdian masyarakat, maupun tata kelola organisasi.
The 8th International Conference on Vocational Education and Electrical Engineering (ICVEE) 2025
Selain itu dilaksanakan juga acara ICVEE 2025 secara bersamaan dilaksanakannya acara Temu Nasional FORTEI 2025, rangkaian acara dilanjutkan dengan ICVEE 2025 yang memasuki tahun ke-8 penyelenggaraan. Konferensi internasional ini mengusung tema “Shaping a Sustainable Future with Green Innovation and Industry Collaboration for Education and Intelligent Technology Advancements”.
ICVEE 2025 menghadirkan pembicara internasional dari berbagai negara yang membahas isu-isu terkini terkait inovasi hijau, teknologi ramah lingkungan, hingga kolaborasi industri dengan dunia pendidikan vokasi. Topik yang diangkat meliputi teknologi energi terbarukan, kecerdasan buatan untuk efisiensi energi, Internet of Things (IoT) dalam sistem pintar, hingga peran pendidikan vokasi dalam mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para peneliti dan mahasiswa untuk mempresentasikan karya ilmiah mereka, sekaligus menjalin jejaring internasional yang mendukung peningkatan kualitas riset dan publikasi bereputasi.
Seminar Nasional Teknik Elektro (SNTE) 2025
Agenda ketiga yang dilaksanakan secara bersamaan juga adalah Seminar Nasional Teknik Elektro (SNTE) 2025 yang mengusung tema “Peran FORTEI dalam Pengembangan AI dan IoT untuk Ketahanan Pangan dan Energi Nasional”. Seminar ini menjadi sorotan utama karena menghubungkan perkembangan teknologi dengan isu strategis ketahanan nasional.
Para pemateri menekankan bahwa kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) tidak hanya dapat dimanfaatkan dalam bidang industri, tetapi juga dalam sektor pertanian dan energi. Implementasi teknologi tersebut diyakini mampu meningkatkan produktivitas pangan, memperkuat sistem distribusi, serta mendorong efisiensi energi di tengah meningkatnya kebutuhan nasional.
SNTE 2025 dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, akademisi, hingga pelaku industri, yang semuanya memiliki perhatian besar terhadap pengembangan teknologi untuk kepentingan bangsa.
Sinergi Agenda - Agenda Besar Temu Nasional FORTEI 2025, ICVEE 2025, dan SNTE 2025
Hari pertama penyelenggaraan FORTEI 2025, ICVEE 2025, dan SNTE 2025 membuktikan pentingnya sinergi antara forum nasional, konferensi internasional, dan seminar nasional dalam menguatkan peran pendidikan tinggi di Indonesia. Kombinasi antara diskusi strategis, pemaparan hasil riset, serta penguatan jejaring akademik-industri menjadikan acara ini bukan sekadar pertemuan ilmiah, tetapi juga motor penggerak perubahan nyata.
Dengan dukungan penuh dari Universitas Negeri Surabaya sebagai tuan rumah, acara ini diharapkan menjadi langkah penting menuju terciptanya pendidikan tinggi teknik elektro yang lebih berdampak, riset yang lebih relevan, serta inovasi yang mendukung keberlanjutan dan ketahanan nasional.