Genset (generator set) merupakan salah satu komponen vital dalam sistem operasional kereta api, khususnya pada kereta KMP (Kereta Makan dan Pembangkit) dan kereta P (Kereta Pembangkit). Genset berfungsi sebagai sumber daya utama untuk mendukung kebutuhan kelistrikan kereta, seperti penerangan, pendingin udara, hingga perangkat komunikasi. Oleh karena itu, optimalisasi perawatan genset menjadi hal yang sangat penting untuk menjamin kelancaran operasional kelistrikan, terutama di wilayah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya.
Pentingnya Perawatan Genset
Genset yang terawat dengan baik akan memberikan performa yang optimal serta umur pakai yang lebih lama. Perawatan yang buruk atau tidak teratur dapat mengakibatkan kerusakan, penurunan efisiensi, hingga gangguan pada perjalanan kereta api. Dalam konteks operasional kereta KMP dan P, kerusakan genset tidak hanya memengaruhi kenyamanan penumpang tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
Implementasi di PT. KAI Daop 8 Surabaya
PT. KAI Daop 8 Surabaya telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas perawatan genset kereta KMP dan P. Beberapa inisiatif yang diambil antara lain:
1. Pembersihan Panel Genset

Gambar 1 Panel
Pembersihan panel genset adalah bagian penting dari perawatan rutin untuk menjaga kinerja genset tetap optimal. Panel yang berisi komponen sensitif terhadap kotoran harus dibersihkan dengan hati-hati menggunakan alat seperti vakum.
Selain itu, pemeriksaan kabel dan sambungan dilakukan untuk memastikan tidak ada kabel longgar, sambungan kendor, atau kerusakan yang dapat memicu konsleting. Komponen yang rusak harus segera diperbaiki atau diganti. Pemeriksaan ini juga mencakup pengecekan sistem penghubung antar komponen agar bebas dari korosi. Setelah pembersihan dan pemeriksaan selesai, panel ditutup kembali dengan rapat.
2. Penggantian HSD dan Filter HSD

Gambar 2 HSD Filter
High Speed Diesel (HSD) adalah bahan bakar untuk mesin diesel berkecepatan tinggi pada genset. HSD menyediakan energi yang cukup untuk menggerakkan genset secara efisien. Penggantian HSD dilakukan untuk menjaga kinerja mesin, kualitas pembakaran, dan mencegah masalah akibat bahan bakar yang tercemar.
Penggantian filter HSD secara berkala diperlukan untuk memastikan kelancaran aliran bahan bakar dan mencegah kerusakan mesin. Filter hanya diganti jika sudah kotor atau tidak berfungsi dengan baik.
3. Penggantian da Pengisian Oli

Gambar 3 Pengisian Oli
Penggantian oli pada genset adalah salah satu prosedur perawatan rutin yang sangat penting untuk menjaga kinerja dan umur panjang mesin genset. Oli berfungsi sebagai pelumas untuk komponen mesin yang bergerak, membantu mengurangi gesekan antar bagian mesin, serta mencegah keausan dan kerusakan pada mesin. Selain itu, oli juga berperan dalam pendinginan mesin dengan menyerap panas yang dihasilkan oleh komponen mesin selama operasi.
4. Pembersihan Filter Udara
Gambar 4 Filter Udara
Pembersihan dan penggantian filter udara secara berkala penting untuk menjaga performa genset. Filter yang bersih memastikan udara masuk bebas kotoran, meningkatkan efisiensi pembakaran, dan mencegah kerusakan mesin.
Filter yang kotor dapat menurunkan daya, meningkatkan konsumsi bahan bakar, dan merusak komponen seperti silinder dan piston. Perawatan rutin memperpanjang umur genset, dan filter akan diganti jika sudah usang atau tidak berfungsi dengan baik.
5. Pengisian Air Suling Baterai
Gambar 5 Air Suling Baterai
Pengisian air suling dilakukan untuk menjaga keseimbangan kadar elektrolit agar tetap dalam kondisi yang optimal. Pengisian air suling pada baterai genset sangat penting untuk menjaga kinerja dan umur panjang baterai. Kekurangan air dalam elektrolit dapat menyebabkan pelat timbal baterai terpapar udara, yang bisa menyebabkan korosi dan penurunan kapasitas baterai. Selain itu, elektrolit yang terlalu terkonsentrasi (karena penguapan air) dapat meningkatkan tekanan dalam baterai, yang bisa menyebabkan kebocoran atau kerusakan pada baterai.
Dengan melakukan pengisian air suling secara berkala, kualitas elektrolit akan tetap terjaga, yang berkontribusi pada kapasitas baterai yang optimal. Hal ini tidak hanya memastikan bahwa genset dapat dihidupkan dengan baik saat diperlukan, tetapi juga memperpanjang usia pakai baterai tersebut, mengurangi biaya penggantian, dan memastikan operasional genset yang lebih andal.
6. Pengetesan Baterai
Pengetesan baterai genset adalah langkah penting dalam memastikan bahwa baterai genset dalam kondisi baik dan dapat diandalkan untuk mendukung operasional genset. Baterai genset berfungsi untuk menyimpan energi yang digunakan untuk memulai mesin genset dan menyediakan daya untuk sistem kontrol dan perangkat lainnya saat genset tidak beroperasi. Tanpa baterai yang berfungsi dengan baik, genset tidak dapat menyala atau beroperasi secara optimal. Oleh karena itu, pengetesan baterai genset secara berkala sangat penting untuk memastikan performa yang maksimal.
Pengetesan baterai meliputi kesehatan baterai, ketinggian eletrolit, pengujian tegangan, dan pengujian arus start. Beberapa hasil pengetesan baterai dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 6 Uji Baterai
Hasil nilai pengukuran baterai dapat dilihat di tabel berikut:
No | Jenis | Bat 1 | Bat 2 | Bat 3 | Bat 4 | Bat 5 | Bat 6 |
1 | Kesehatan | 85% | 100% | 100% | 100% | 65% | 98% |
2 | Isi Daya | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% |
3 | Tegangan | 13.16V | 13.12V | 13.12V | 12.92V | 12.80V | 12.99V |
4 | Good Battery | ü | ü | ü | ü | ü | ü |
Dapat dilihat bahwa Kesehatan baterai di angka 65% masih dikatakan good battery, karena pada beberapa penerapan kondisi kesehatan baterai di angka 50%-60% sudah dianggap layak untuk digunakan. Sedangkan untuk nilai tegangan, dapat dilihat rata-rata menunjukkan nilai 12-14V, dan masih dikategorian bagus, karena kisaran nilai tegangan dikatakan normal jika bernilai 12- 16 V.
7. Pemantauan Genset
Proses menyalakan genset dan memantau kinerjanya merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa genset dapat berfungsi dengan optimal dan memasok daya yang diperlukan.
Dalam kegiatan ini, teknisi tidak hanya menyalakan genset tetapi juga melakukan monitoring tegangan dan parameter lainnya melalui DSE (Deep Sea Electronics) dan panel kontrol genset.
Nilai tegangan dapat dilihat pada gambar-gambar berikut:
Gambar 7 Monitoring DSE
Dapat dilihat dari ke-4 gambar diatas nilai tegangan yang ditunjukkan sekitar di angka 220 V – 224 V. Mengindikasikan tegangan keluaran genset dalam kondisi operasional. Tegangan ini menunjukkan hubungan antara masing-masing fase (L1, L2, L3) terhadap netral (N). Secara keseluruhan, nilai tegangan 220-224 V yang ditunjukkan pada DSE adalah indikasi bahwa genset bekerja dengan baik dan dapat menyediakan pasokan listrik yang stabil untuk operasional sistem atau perangkat yang disuplai.
Muhammad Farhan Zulfah Abdillah
22050874076