Riset Dosen Teknik Elektro UNESA Hadirkan Teknologi Watermarking untuk Lindungi Hak Cipta dan Pulihkan Citra Digital
Surabaya,
3 Oktober 2023 – Di tengah meningkatnya penyebaran dan manipulasi citra digital
melalui internet, perlindungan terhadap hak cipta dan keaslian konten visual
menjadi tantangan yang semakin kompleks. Menjawab kebutuhan tersebut, dosen
Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Dr. Ir.
Lusia Rakhmawati, S.T., M.T., bersama tim peneliti berhasil mengembangkan
teknologi dual watermarking yang mampu mengintegrasikan perlindungan hak cipta,
autentikasi citra, sekaligus pemulihan gambar yang mengalami kerusakan dalam
satu sistem. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada International
Journal of Intelligent Engineering and Systems (IJIES), jurnal internasional
bereputasi yang diterbitkan oleh The Intelligent Networks and Systems Society
(INASS).
Penelitian
berjudul "Blind Robust and Self-Embedding Fragile Image Watermarking for
Image Authentication and Copyright Protection with Recovery Capability"
menawarkan pendekatan baru yang menggabungkan robust watermarking dan self-embedding
fragile watermarking. Pendekatan ini memungkinkan sebuah citra digital tidak
hanya memiliki identitas kepemilikan yang sulit dihilangkan, tetapi juga mampu
mendeteksi apabila terjadi manipulasi serta memulihkan bagian citra yang rusak
secara otomatis.
Contoh
Serangan pada Citra Terwatermark dan hasil ekstraksi watermark. a. Pemotongan
(cropping) bagian tengah citra sebesar 25% (Centered cropping 25%); b. Pemotongan
baris citra sebesar 25% (Row cropping 25%); c. Pemotongan kolom citra
sebesar 25% (Column cropping 25%); d. Translasi/pergeseran citra sebesar
0,8 piksel (Translation 0.8);
e.
Penyaringan menggunakan filter median berukuran 3 × 3 (Median filter [3,3]);
f. Penyaringan menggunakan filter Wiener berukuran 3 × 3 (Wiener filter
[3,3]); g. Penyaringan menggunakan filter rata-rata (average filter)
berukuran 3 × 3 (Average filter [3,3]); h. Penyaringan menggunakan
filter lolos-rendah Gaussian (Gaussian Low-Pass Filter) (Gaussian low pass
filter); i. Penambahan derau (noise) Poisson (Poisson noise); j. Penambahan
derau Salt-and-Pepper dengan densitas 0,01 (Salt & Pepper noise 0.01);
k. Penambahan derau Salt-and-Pepper; dengan densitas 0,001 (Salt &
Pepper noise 0.001); l. Penambahan derau Gaussian dengan variansi 0,001 (Gaussian
noise 0.001); m. Penambahan derau Speckle dengan variansi 0,003 (Speckle
noise 0.003); n. Penyesuaian citra (Image Adjustment) (Image adjustment);
o. Penajaman citra (Sharpening) (Sharpening); p. Penyetaraan histogram
(Histogram Equalization) (Histogram equalization)
Berbeda
dengan metode watermarking konvensional yang umumnya hanya berfungsi untuk
melindungi hak cipta atau mendeteksi perubahan citra, metode yang dikembangkan
tim peneliti UNESA mengintegrasikan tiga fungsi penting secara bersamaan, yaitu
copyright protection, image authentication, dan image recovery. Teknologi ini
memanfaatkan transformasi Discrete Cosine Transform (DCT) untuk penyisipan
watermark yang tahan terhadap berbagai serangan digital, dipadukan dengan
mekanisme self-embedding pada domain spasial untuk mendeteksi sekaligus
memperbaiki bagian gambar yang mengalami manipulasi.
Menjawab
Tantangan Keamanan Multimedia di Era Digital
Perkembangan
teknologi digital dan kecerdasan buatan telah meningkatkan risiko
penyalahgunaan citra, mulai dari penggandaan tanpa izin, manipulasi konten
visual, hingga pemalsuan dokumen elektronik. Melalui inovasi ini, UNESA
menghadirkan solusi yang mampu menjaga integritas, autentisitas, dan
kepemilikan citra digital sehingga lebih aman digunakan dalam berbagai layanan
berbasis teknologi informasi.
Memberikan
Dampak Nyata bagi Dunia Industri
Teknologi
watermarking yang dikembangkan memiliki potensi implementasi yang luas di
berbagai sektor industri, antara lain:
- Industri kreatif,
untuk melindungi hak cipta fotografi, desain grafis, ilustrasi, dan karya
multimedia.
- Media digital,
sebagai mekanisme verifikasi keaslian foto sebelum dipublikasikan.
- Layanan
pemerintahan, untuk menjaga integritas arsip dan dokumen elektronik.
- Rumah sakit dan
layanan kesehatan, guna memastikan keaslian citra medis sehingga
mengurangi risiko manipulasi data diagnostik.
- Forensik digital,
sebagai alat autentikasi barang bukti elektronik dalam proses investigasi
siber.
- Platform berbasis
Artificial Intelligence (AI), yang membutuhkan mekanisme validasi terhadap
konten visual untuk mengurangi penyebaran citra palsu atau hasil
manipulasi.
Dengan
kemampuan mendeteksi sekaligus memulihkan citra yang mengalami perubahan,
teknologi ini memberikan nilai tambah dibandingkan metode watermarking
konvensional sehingga berpotensi dikembangkan menjadi solusi keamanan
multimedia yang siap dihilirisasi ke dunia industri.
Konsistensi
UNESA Mengembangkan Riset Watermarking
Publikasi
ini menjadi bagian dari rekam jejak penelitian Dr. Ir. Lusia Rakhmawati di
bidang digital watermarking dan keamanan multimedia. Selama beberapa tahun
terakhir, berbagai penelitian yang dikembangkan secara konsisten berfokus pada
perlindungan hak cipta digital, autentikasi citra, deteksi manipulasi, hingga
pemulihan dokumen digital sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan
keamanan informasi di era transformasi digital.
Melalui
penelitian ini, UNESA menunjukkan bahwa inovasi akademik tidak hanya
menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional, tetapi juga membuka
peluang hilirisasi teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh industri, pemerintah,
dan masyarakat. Kolaborasi riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan
nyata tersebut menjadi wujud komitmen UNESA dalam menghasilkan inovasi
berdampak yang mendukung penguatan ekosistem keamanan digital nasional.
Penelitian
ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kontribusi utamanya berada pada SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure)
melalui pengembangan teknologi keamanan multimedia yang mendorong inovasi di
sektor industri digital. Selain itu, riset ini berkontribusi terhadap SDG 16
(Peace, Justice and Strong Institutions) dengan memperkuat integritas dan
keaslian informasi digital sebagai bagian dari tata kelola data yang aman dan
terpercaya. Di bidang pendidikan, penelitian ini juga mendukung SDG 4 (Quality
Education) melalui penguatan budaya riset dan pengembangan ilmu pengetahuan
yang menghasilkan solusi inovatif bagi kebutuhan masyarakat dan dunia industri.