Menyongsong Masa Depan Rumah Sakit: Sistem IoT untuk Monitoring Kualitas Udara dan Kondisi Ruang Perawatan
Dalam era digital yang kian maju, inovasi di berbagai sektor terus berkembang dengan pesat. Salah satunya adalah implementasi teknologi Internet of Things (IoT) di bidang kesehatan. Pada proyek akhir MBKM ini, saya dan tim di mitra MSIB, yakni MySkill, berhasil mengembangkan sebuah sistem IoT untuk monitoring kualitas udara dan kondisi ruang perawatan rumah sakit, dengan menggunakan sensor DHT22 dan MQ135, mikrokontroller ESP32, serta platform Blynk. Proyek ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi kualitas layanan kesehatan, namun juga mendapatkan penghargaan sebagai final project terbaik.
Gambar 1: Hasil proyek akhir yang dibangun
Proyek ini bertujuan untuk memantau tiga parameter utama yang berpengaruh terhadap kualitas udara dan kenyamanan di ruang perawatan, yaitu suhu, kelembapan, dan polutan. Menggunakan sensor DHT22, sistem ini mampu mengukur dan memantau suhu ruangan secara real-time, memastikan bahwa suhu tetap dalam batas nyaman bagi pasien dan staf medis. Selain suhu, sensor DHT22 juga mengukur kelembapan udara. Tingkat kelembapan yang optimal sangat penting untuk menjaga kesehatan pernapasan dan mengurangi risiko penyebaran infeksi. Sensor MQ135 digunakan untuk mengukur tingkat polusi udara dalam ruangan. Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index - AQI) yang rendah menunjukkan kualitas udara yang baik dan aman untuk dihirup.
Dengan menggunakan mikrokontroller ESP32, data yang dikumpulkan oleh sensor- sensor tersebut dikirim secara berkala ke platform Blynk berbasis IoT. Platform ini tidak hanya menampilkan data secara real-time, namun juga memberikan peringatan otomatis jika ada parameter yang keluar dari batas normal. Dengan demikian, petugas kesehatan dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengembalikan kondisi udara dan ruangan ke tingkat yang optimal.