Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya Berhasil Mengembangkan Sistem Monitoring dan Controlling Nilai Kualitas Air Hidroponik Berbasis IoT pada Program Studi Independen Batch 7 di PT Ozami Inti Sinergi
Galeh Rizky Alifviansyah, mahasiswa program S1 Teknik Elektro di Universitas Negeri Surabaya, berhasil menyelesaikan program Studi Independen Bersertifikat (SIB) Batch 7 dalam rangkaian kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Proyek akhir yang telah dibuat ini, berjudul "MONIKAH: Sistem Monitoring dan Pengendalian Nilai Kualitas Air Hidroponik," diadakan oleh Indobot Academy melalui IoT Engineer Camp, bekerja sama dengan PT Ozami Inti Sinergi. Program tersebut dirancang untuk memberikan mahasiswa pengalaman langsung di dunia industri, khususnya dalam bidang Internet of Things (IoT). Proyek ini telah berhasil diimplementasikan di mitra hidroponik Surabaya, yaitu Kebunsayur Surabaya. Selama program berlangsung, Galeh bersama peserta lainnya menerima bimbingan intensif dari para mentor berpengalaman di Indobot Academy. Salah satu mentor utama kelas kami, yaitu Wendra Bagas Saputra, S.Pd., yang memberikan arahan dan panduan secara menyeluruh selama pengembangan proyek akhir.
Gambar 1 Overview Kegiatan
Selama program MSIB Batch 7 di Indobot Academy, Galeh berpartisipasi dalam berbagai kegiatan bulanan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam teknologi Internet of Things (IoT). Aktivitas-aktivitas ini meliputi:
Kelas Expert dan Carrier: Kelas ini diisi oleh para ahli di bidang Internet of Things (IoT) yang memberikan pembelajaran intensif tentang topik-topik terkait. Peserta memperoleh wawasan teknis mendalam, praktik terbaik, serta pemahaman tentang perkembangan teknologi terkini. Kelas ini dilakukan pada hari Senin pukul 13.30 – 15.30 WIB.
Laporan Kegiatan: Peserta diminta untuk menyusun laporan terstruktur yang mendokumentasikan aktivitas, pembelajaran, serta kemajuan mereka selama program berlangsung pada platform discord. Kelas ini dilakukan pada hari Rabu pukul 13.30 – 15.30 WIB
Meeting Team: Kegiatan ini melibatkan diskusi rutin antar anggota tim dengan mentor untuk membahas progres, tantangan, serta solusi dalam mengerjakan proyek akhir. Kelas ini dilakukan pada hari Jumat 13.30 – 15.30 WIB.
Self-Paced Learning: Pembelajaran mandiri yang memungkinkan peserta untuk mengakses materi secara fleksibel sesuai dengan kecepatan belajar mereka. Peserta memanfaatkan modul, video, dan tugas untuk mendalami materi tertentu. Kelas ini dilakukan pada hari Selasa dan Kamis yang dapat diakses secara fleksibel pada LMS Indobot Academy.
Proyek "MONIKAH" yang dikembangkan Galeh yang bertujuan untuk memberikan solusi inovatif bagi petani hidroponik dalam mengelola kualitas air secara real-time. Sistem ini memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memonitor dan mengontrol parameter penting seperti nutrisi, suhu air, suhu lingkungan, dan kelembaban lingkungan. Implementasi ini memungkinkan petani untuk mendapatkan data akurat yang ditampilkan melalui antarmuka berbasis web, sehingga memudahkan pengambilan keputusan untuk meningkatkan hasil panen. Proyek “MONIKAH” dikerjakan oleh sebuah tim yang terdiri dari beberapa anggota dengan peran dan tanggung jawab masing-masing. Berikut adalah struktur tim dan pembagian tugasnya:
Tabel 1 Pembagian Role
Dalam pengembangannya, sistem "MONIKAH" menggunakan berbagai komponen IoT canggih, seperti mikrokontroler ESP32, sensor TDS, sensor suhu DS18B20, sensor kelembaban DHT11, waterpump, serta relay untuk mengontrol pompa air yang berisi nutrisi a dan nutrisi b. Data dari sensor ini dikirimkan ke platform Firebase, yang berfungsi sebagai database untuk menyimpan informasi yang kemudian ditampilkan dalam dashboard web dan aplikasi mobile yang sudah dibuat.
Gambar 2 Alur Kerja Sistem
Sistem “MONIKAH” bekerja dengan mengumpulkan data dari sensor nutrisi, suhu air, suhu udara, dan kelembaban menggunakan mikrokontroler ESP32 yang memproses dan mengirimkan data ke Firebase secara real-time melalui koneksi Wi-Fi. Data tersebut ditampilkan pada dashboard berbasis web dan aplikasi mobile, memungkinkan pengguna memantau kondisi tanaman hidroponik seperti nutrisi, suhu, dan kelembaban secara langsung. Jika kondisi nutrisi tanaman dibawah standar PPM yang ditentukan, sistem secara otomatis mengaktifkan pompa 1 dan pompa 2 yang nantinya akan mengeluarkan nutrisi a dan nutrisi b hingga mencapai kondisi optimal. Pengguna juga dapat melakukan kontrol manual dan mengatur parameter melalui dashboard. Sehingga, “MONIKAH” menjadi solusi IoT yang efisien untuk meningkatkan hasil panen hidroponik.
Gambar 3 Tampilan Aplikasi Mobile
Gambar 4 Tampilan Website
Keberhasilan proyek "MONIKAH" mendapat apresiasi dari PT Ozami Inti Sinergi dan Indobot Academy. Sistem ini dianggap memiliki potensi besar untuk diimplementasikan secara luas pada sektor pertanian hidroponik, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
Melalui pengalaman ini, Galeh tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis di bidang IoT, tetapi juga meningkatkan kemampuan manajemen proyek, komunikasi, dan kerja tim. "Program ini memberikan pengalaman luar biasa bagi saya untuk belajar langsung dari dunia industri. Saya berharap, sistem yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat nyata bagi petani hidroponik di Indonesia," ungkap Galeh.
Dengan keberhasilan ini, Galeh dan timnya membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. Proyek "MONIKAH" menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan industri dapat menghasilkan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Oleh: Galeh Rizky Alifviansyah