Mahasiswa Teknik Elektro UNESA Kembangkan Sensor Kelembapan Tanah Digital saat Magang di Perum Perhutani Jatim
Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya melaksanakan kegiatan magang di Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, sebuah instansi yang bergerak di bidang pengelolaan, pengembangan, serta pendidikan kehutanan. Kegiatan magang ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis praktik yang bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam dunia kerja, khususnya dalam penerapan ilmu teknik elektro di sektor kehutanan.
Selama pelaksanaan magang, mahasiswa terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan monitoring lingkungan kerja dan pemeliharaan sistem pendukung operasional. Kegiatan tersebut meliputi observasi kondisi lingkungan kerja, baik di dalam ruangan maupun di area lapangan, pengecekan fasilitas dan peralatan yang digunakan dalam operasional, serta identifikasi potensi risiko yang dapat mempengaruhi keselamatan kerja. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pendokumentasian kegiatan lapangan secara sistematis sebagai bahan evaluasi dan pelaporan.
Dalam aspek administratif dan pendukung teknis, mahasiswa turut membantu dalam proses pencatatan data hasil observasi, pengarsipan dokumen, serta pelaksanaan tugas-tugas teknis sederhana sesuai dengan arahan pembimbing lapangan. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya manajemen data dan dokumentasi dalam mendukung pengambilan keputusan di lingkungan kerja industri kehutanan.
Sebagai bentuk implementasi keilmuan di bidang teknik elektro, mahasiswa juga mengembangkan sebuah proyek inovatif berjudul Implementasi Sistem Pengukur Kelembapan Tanah Digital sebagai Pendukung Konservasi Hutan di Perhutani. Sistem ini dirancang untuk membantu proses pemantauan kondisi tanah secara lebih efektif dan efisien. Teknologi yang digunakan dalam sistem ini adalah sensor kelembapan tanah tipe kapasitif yang mampu mendeteksi kadar air dalam tanah dengan tingkat akurasi yang baik.
Sensor tersebut diintegrasikan dengan mikrokontroler yang berfungsi sebagai pusat pengolahan data. Data analog yang diperoleh dari sensor kemudian dikonversi menjadi data digital yang dapat dianalisis. Hasil pengukuran ditampilkan secara real-time melalui layar LCD 16x2, sehingga memudahkan pengguna dalam memantau kondisi kelembapan tanah tanpa harus menggunakan metode pengukuran manual. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis dalam mendukung upaya konservasi hutan, khususnya dalam pengelolaan kelembapan tanah yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan keseimbangan ekosistem.
Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja secara langsung, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam berpikir analitis, pemecahan masalah, serta pengembangan inovasi berbasis teknologi. Selain itu, mahasiswa juga belajar untuk beradaptasi dan bekerja sama dalam lingkungan profesional, sehingga mampu meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi tim. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di dunia industri, khususnya di bidang teknik elektro yang terintegrasi dengan sektor kehutanan.