Mahasiswa S1 Teknik Elektro Hadirkan Solusi Keamanan Siber bagi Industri melalui Penetration Testing Website
Surabaya, 11 Juni 2025 –
Transformasi digital yang semakin pesat menuntut setiap organisasi memiliki
sistem keamanan informasi yang andal. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa
Program Studi S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya
(UNESA), Reno Pratama, berhasil mengembangkan solusi pengujian keamanan website
melalui proyek Penetration Testing pada website almudaya.or.id dalam Program
Studi Independen Bersertifikat (MSIB) sebagai Junior Cybersecurity Engineer di PT
Vinix Seven Aurum. Program ini berlangsung selama empat bulan sebagai
implementasi pembelajaran berbasis industri dalam kerangka Merdeka Belajar
Kampus Merdeka (MBKM).
Keberhasilan proyek
tersebut tidak terlepas dari pendampingan Ibu Lusia Rakhmawati dosen pembimbing
lapangan sekaligus Koordinator Program Studi S1 Teknik Elektro FT UNESA.
Pendampingan dilakukan secara intensif agar mahasiswa mampu mengintegrasikan
kompetensi akademik dengan kebutuhan industri, mulai dari perencanaan
pengujian, analisis risiko keamanan, penyusunan rekomendasi teknis, hingga
penyampaian hasil secara profesional kepada mitra.
Selama program,
mahasiswa memperoleh pengalaman komprehensif di bidang cloud security, network
security, digital forensics, vulnerability assessment, dan penetration testing
menggunakan berbagai tools profesional seperti Nessus, Wireshark, Hydra,
Autopsy, FTK Imager, VirtualBox, dan Cisco Packet Tracer. Seluruh kompetensi
tersebut diterapkan dalam proyek nyata sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman
yang sesuai dengan standar industri keamanan siber.
Scan Grafik Kerentanan
Proyek pengujian
keamanan dilakukan menggunakan pendekatan Automated Vulnerability Assessment,
mulai dari information gathering, scanning, enumeration, analisis SSL,
vulnerability assessment, hingga penyusunan rekomendasi mitigasi terhadap
berbagai potensi ancaman keamanan website.
Hasil pengujian
berhasil mengidentifikasi sejumlah kerentanan, di antaranya Cross-Site
Scripting (XSS), Cross-Site Request Forgery (CSRF), konfigurasi security header
yang belum optimal, serta beberapa kelemahan konfigurasi lainnya. Berdasarkan
temuan tersebut, mahasiswa menyusun rekomendasi teknis yang dapat digunakan
sebagai acuan peningkatan keamanan sistem informasi organisasi.
Yang membedakan proyek
ini dari sekadar praktik akademik adalah nilai manfaat yang langsung dapat
dimanfaatkan oleh mitra industri. Laporan penetration testing yang dihasilkan
tidak berhenti pada identifikasi kerentanan, tetapi juga menyajikan rekomendasi
prioritas perbaikan berdasarkan tingkat risiko sehingga organisasi memiliki
dasar pengambilan keputusan dalam meningkatkan keamanan infrastrukturnya.
Bagi industri,
pendekatan ini memberikan beberapa dampak strategis, antara lain:
- Meningkatkan ketahanan sistem digital melalui identifikasi dini terhadap potensi serangan siber sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
- Mengurangi risiko kebocoran data dan gangguan layanan, sehingga meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap layanan digital organisasi.
- Menyediakan roadmap perbaikan keamanan yang dapat diimplementasikan secara bertahap sesuai tingkat prioritas risiko.
- Menghemat biaya mitigasi keamanan, karena perbaikan dilakukan secara preventif sebelum terjadi insiden yang dapat menimbulkan kerugian operasional maupun finansial.
- Mendorong budaya keamanan informasi (security awareness) di lingkungan organisasi melalui dokumentasi hasil pengujian yang sistematis dan berbasis standar industri.
Melalui pendekatan
tersebut, hasil proyek tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga
berfungsi sebagai dokumen teknis yang dapat dimanfaatkan oleh organisasi untuk
meningkatkan tata kelola keamanan siber secara berkelanjutan.
Dr. Ir. Lusia
Rakhmawati, S.T., M.T. menekankan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi harus
menghasilkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri.
Oleh karena itu, pendampingan mahasiswa tidak hanya difokuskan pada pencapaian
kompetensi teknis, tetapi juga pada kemampuan menghasilkan rekomendasi yang
implementatif, berbasis analisis risiko, dan sesuai dengan kebutuhan dunia
kerja.
Model pembimbingan ini
menjadi implementasi Outcome-Based Education (OBE) yang menghubungkan proses
pembelajaran dengan penyelesaian persoalan nyata di industri. Mahasiswa tidak
hanya memperoleh pengalaman belajar, tetapi juga menghasilkan luaran yang
memberikan nilai tambah bagi mitra, memperkuat kolaborasi antara perguruan
tinggi dan industri, serta mendukung peningkatan kesiapan sumber daya manusia
Indonesia di bidang Cybersecurity Engineering. Melalui kolaborasi dosen,
mahasiswa, dan mitra industri, Program Studi S1 Teknik Elektro FT UNESA terus
mendorong lahirnya inovasi yang berdampak, yaitu inovasi yang tidak hanya
menghasilkan capaian akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam
meningkatkan keamanan ekosistem digital, memperkuat daya saing industri, dan
mendukung transformasi digital nasional. (TE-2025)