Mahasiswa Rancang Alat Monitoring Dini Arus Bocor Transformator di PT PLN (Persero) Gardu Induk Buduran
Program magang merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya melaksanakan magang di PT PLN (Persero) Gardu Induk (GI) 150 kV Buduran guna memahami secara langsung sistem tenaga listrik, khususnya pada proses pengoperasian dan pemeliharaan peralatan di gardu induk.
Selama pelaksanaan magang, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas, antara lain pengenalan sistem kelistrikan gardu induk, pengamatan single line diagram, pemantauan beban dan tegangan melalui HMI, serta mengikuti kegiatan inspeksi dan pemeliharaan peralatan seperti transformator, circuit breaker, relay proteksi, dan juga perawatan isolasi. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari penerapan standar keselamatan kerja (K3) serta prosedur operasional dalam menjaga keandalan sistem tenaga listrik.
Berdasarkan hasil observasi di lapangan, arus bocor pada sisi sekunder transformator menjadi salah satu potensi permasalahan yang perlu diperhatikan. Arus bocor yang tidak terdeteksi dengan baik dapat menyebabkan kehilangan energi, menurunkan efisiensi transformator, serta berpotensi menimbulkan gangguan yang lebih besar pada sistem tenaga listrik.
Sebagai bentuk kontribusi, mahasiswa mengembangkan mini project berupa perancangan alat pengukuran arus bocor berbasis mikrokontroler Arduino Mega 2560 dengan memanfaatkan sensor arus SCT. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi arus bocor secara sederhana sebagai alat monitoring awal yang mudah diaplikasikan di lapangan. Alat yang dikembangkan bekerja dengan membaca nilai arus secara real-time menggunakan sensor SCT, kemudian data tersebut diproses oleh mikrokontroler untuk menentukan besaran arus yang terukur. Hasil pembacaan ditampilkan melalui LCD sehingga memudahkan operator dalam melakukan pemantauan secara langsung. Selain itu, sistem juga dilengkapi dengan buzzer yang akan aktif apabila nilai arus melebihi ambang batas yang telah ditentukan sebagai indikator adanya potensi arus bocor.
Pengembangan alat ini bertujuan untuk memberikan solusi sederhana dalam mendukung sistem monitoring pada transformator, sehingga potensi gangguan dapat dideteksi lebih dini dan tindakan preventif dapat segera dilakukan. Selain itu, alat ini juga memiliki keunggulan dari segi kesederhanaan, biaya yang relatif rendah, serta kemudahan dalam implementasi dan pengembangan lebih lanjut.
Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis di dunia industri, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam bentuk inovasi teknologi yang aplikatif. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja serta mendorong pengembangan solusi teknologi di bidang ketenagalistrikan.
Nadia Hikmah | NIM 23050874064 | S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya