Mahasiswa Elektro UNESA Sukses Optimalkan Monitoring Teleproteksi GI di PLN UP2B Jatim
Dalam upaya mendukung transformasi digital pada sistem ketenagalistrikan, Fanni Fikriya Rosyida, mahasiswa program studi S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya (UNESA), telah melaksanakan program magang di PT PLN (Persero) UP2B Jawa Timur. Program yang berjalan sejak 1 September 2025 hingga 31 Desember 2025 ini memfokuskan pada aspek krusial dalam sistem tenaga listrik yaitu, digitalisasi fasilitas operasi telekomunikasi.
Di bawah bimbingan divisi Fasilitas Operasi (Fasop) Telekomunikasi, saya berperan aktif dalam proyek pengaplikasian Remote Monitoring System (RMS) yang diimplementasikan secara sistemik pada jalur teleproteksi di berbagai Gardu Induk (GI) strategis jaringan transmisi 150 kV wilayah Jawa Timur. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital PLN untuk mengoptimalisasi pengawasan peralatan secara terpusat dan real-time.
Integrasi Terminal Teleproteksi TPU-1 DIMAT dan Infrastruktur Fiber Optic
Dalam kegiatan lapangan, saya belajar bahwa jantung dari keamanan sistem transmisi terletak pada kecepatan komunikasi antar-gardu. Saya terlibat langsung dalam proses integrasi perangkat Teleproteksi (TPU-1 DIMAT) dan Multiplexer (MUX).
Salah satu aspek teknis yang saya kerjakan adalah memastikan skema PUTT (Permissive Under-reach Transfer Trip) berjalan optimal. Saya melakukan pengabelan (wiring) dan sinkronisasi menggunakan media Fiber Optic (FO) sebagai backbone utama. Penggunaan serat optik ini sangat krusial karena mampu mengirimkan sinyal trip dalam hitungan milidetik tanpa terganggu oleh interferensi elektromagnetik tinggi yang ada di area Gardu Induk.
Implementasi Monitoring Terpusat Berbasis Zabbix
Inti dari inovasi yang saya kerjakan terletak pada sinkronisasi dan integrasi node-node Gardu Induk ke dalam ekosistem platform monitoring Zabbix. Saya melakukan konfigurasi teknis menggunakan protokol SNMP (Simple Network Management Protocol) dan ICMP PING untuk memastikan seluruh perangkat di lapangan dapat terhubung dengan server di pusat kendali UP2B Jatim.
Melalui dashboard Zabbix yang saya rancang konfigurasinya, berbagai metrik kritis seperti parameter kesehatan perangkat (healthiness), status trafik data, hingga latensi konektivitas antar-link GI kini dapat divisualisasikan secara visual. Implementasi ini memberikan dampak signifikan terhadap transformasi pola kerja tim pemeliharaan, yakni migrasi dari metode pengawasan konvensional-manual menuju sistem pemeliharaan berbasis data digital yang lebih presisi.
Hasil dan Dampak Teknis bagi Keandalan Sistem
Berdasarkan hasil pengujian dan implementasi yang saya lakukan, proyek ini memberikan dampak nyata bagi keandalan sistem kelistrikan di Jawa Timur:
- Sistem Notifikasi Otomatis (Alerting): Sistem mampu memberikan alert instan jika terjadi anomali pada jalur komunikasi, sehingga potensi kegagalan proteksi dapat dicegah secara preventif.
- Reduksi Mean Time to Repair (MTTR): Dengan data diagnostik jarak jauh, titik gangguan dapat diidentifikasi secara presisi tanpa perlu pelacakan manual di lokasi, sehingga mempercepat waktu pemulihan sistem.
- Optimalisasi Pengawasan: Terwujudnya transparansi data performa perangkat telekomunikasi pendukung sistem proteksi 150 kV secara berkelanjutan.
Melalui rangkaian kegiatan magang ini, saya tidak hanya memperdalam pemahaman teknis mengenai arsitektur teleproteksi, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami dinamika operasional di lingkungan profesional PT PLN (Persero). Proses implementasi sistem monitoring ini mengajarkan saya pentingnya akurasi data dan ketelitian dalam konfigurasi infrastruktur kritis guna meminimalisir risiko kegagalan sistem. Kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para ahli di divisi Fasilitas Operasi (Fasop) mengenai perkembangan teknologi Smart Grid memberikan wawasan baru yang melampaui teori yang saya dapatkan di bangku perkuliahan.
Fanni Fikriya Rosyida / 23050874013 / S1- Teknik Elektro