KONTRIBUSI MAHASISWA UNESA S1 TEKNIK ELEKTRO DALAM ASSESSMENT GENERATOR PADA UNIT 2.3 PLTGU PRIOK DI PT PLN INDONESIA POWER UNIT BISNIS PEMELIHARAAN
PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pemeliharaan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pemeliharaan dan perbaikan pembangkit listrik di Indonesia. Perusahaan ini memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan dan kinerja pembangkit melalui berbagai kegiatan seperti assessment generator, assessment transformator, serta pengujian sistem kelistrikan. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan teknologi yang memadai, unit ini berkontribusi dalam menjamin kontinuitas pasokan energi listrik secara nasional.
Sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Negeri Surabaya (UNESA), pelaksanaan magang di unit tersebut menjadi kesempatan yang penting dalam mengintegrasikan teori dengan praktik di dunia industri. Kegiatan magang dilaksanakan selama lima bulan, terhitung mulai 16 Juni 2025 hingga 14 November 2025, dengan fokus utama pada pemeliharaan generator di unit pembangkit PLTGU Priok 2.3. Pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait sistem pembangkit, khususnya pada aspek keandalan peralatan utama.
Pemeliharaan generator merupakan aspek krusial dalam menjaga kontinuitas operasional pembangkit listrik, mengingat fungsinya sebagai komponen utama dalam proses konversi energi. Kegiatan pemeliharaan dilakukan secara sistematis melalui inspeksi, pengujian, dan evaluasi kondisi peralatan secara berkala. Pendekatan yang digunakan berbasis kondisi (condition based maintenance), yaitu dengan memanfaatkan data hasil pengukuran untuk mengidentifikasi potensi gangguan sejak dini tanpa mengganggu operasi sistem secara signifikan.
Secara teoritis, analisa respons frekuensi dalam kajian getaran dapat digunakan untuk mengidentifikasi perubahan karakteristik dinamis suatu struktur. Perubahan tersebut dapat mengindikasikan adanya penurunan kekakuan atau kondisi ketidaknormalan lainnya pada komponen generator. Oleh karena itu, kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara terencana dan berbasis data mampu meningkatkan keandalan generator, meminimalkan risiko gangguan operasional, serta mendukung efisiensi dan keberlanjutan sistem ketenagalistrikan.
Kegiatan Selama Magang
Selama pelaksanaan magang di PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pemeliharaan, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemeliharaan dan assessment generator. Kegiatan tersebut mencakup beberapa pengujian utama, antara lain:
1. Insulation Resistance (IR) dan Polarization Index (PI)
Berfungsi untuk mengevaluasi kondisi isolasi generator terhadap ground fault dan tingkat kekeringan isolasi winding. Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pengukuran dan pencatatan data hasil pengujian.
2. Tan Delta
Berfungsi untuk mengidentifikasi tingkat degradasi isolasi akibat pengaruh temperatur, kelembaban, dan kontaminasi. Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan pengujian serta dokumentasi hasil.
3. ELCID (Electromagnetic Core Imperfection Detection)
Berfungsi untuk mendeteksi adanya cacat pada inti stator seperti interlamination short. Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan persiapan alat dan pencatatan hasil pengujian.
4. Wedge Tightness Test (WTD)
Berfungsi untuk mengevaluasi kekencangan slot wedge pada stator guna memastikan kestabilan winding. Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan inspeksi dan pencatatan kondisi hasil pengujian.
5. Bump Test (Frequency Response Function/FRF)
Berfungsi untuk menganalisa karakteristik dinamis dan mendeteksi kelonggaran pada struktur end winding. Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan serta pengolahan data pengujian.
6. Pengujian pada rotor generator
Berfungsi untuk mengevaluasi kondisi winding rotor dan mendeteksi gangguan seperti ketidakseimbangan impedansi atau cacat antar lilitan. Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan pengujian dan pencatatan data hasi.
Kegiatan pengujian tersebut merupakan bagian dari penerapan pemeliharaan berbasis kondisi (condition based maintenance) yang bertujuan untuk menjaga keandalan dan kinerja generator agar tetap optimal serta meminimalkan potensi gangguan operasional.
Selain berfokus pada kegiatan pengujian dan pemeliharaan generator, mahasiswa juga terlibat dalam berbagai aktivitas pendukung di lingkungan kerja. Sebelum pelaksanaan assessment, mahasiswa berpartisipasi dalam persiapan tools pengujian serta consumable material guna memastikan kelancaran proses pelaksanaan di lapangan. Selain itu, mahasiswa turut melakukan observasi terhadap sistem kelistrikan pembangkit, dokumentasi teknis, serta pengolahan data hasil pengujian. Keterlibatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi sistem ketenagalistrikan serta keterkaitannya dengan aspek keandalan dan efisiensi operasional.
Pelaksanaan program magang di PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pemeliharaan memberikan kontribusi signifikan dalam penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya pada bidang pemeliharaan generator. Melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan teknis, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis yang mendukung kemampuan analisa dan pemecahan masalah dalam konteks industri ketenagalistrikan. Dengan demikian, kegiatan magang ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan akademik mahasiswa, tetapi juga berpotensi mendukung peningkatan keandalan peralatan pembangkit serta keberlanjutan sistem kelistrikan secara umum.
Penulis: Muhammad Alwan Faiz Farhan, 23050874008, S1 Teknik Elektro, Universitas Negeri Surabaya.