Dosen UNESA Kembangkan Teknologi Watermarking Adaptif untuk Lindungi Hak Cipta Citra Digital
Surabaya, 28 Oktober 2021 –
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa
kemudahan dalam menghasilkan dan memanipulasi citra digital. Namun, di balik
kemajuan tersebut muncul tantangan besar berupa meningkatnya risiko pelanggaran
hak cipta, pemalsuan kepemilikan, serta penyebaran konten digital tanpa izin.
Menjawab tantangan tersebut, dosen Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas
Negeri Surabaya (UNESA), Dr.Lusia Rakhmawati, S.T., M.T., bersama tim
peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Université
Paris-Saclay, Prancis, berhasil mengembangkan metode robust image watermarking
adaptif yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Expert Systems
with Applications (Elsevier).
Penelitian berjudul "Blind
Robust Image Watermarking Based on Adaptive Embedding Strength and Distribution
of Quantified Coefficients" menawarkan pendekatan baru dalam penyisipan
watermark digital yang mampu menjaga keseimbangan antara kualitas visual citra,
ketahanan terhadap berbagai serangan digital, serta perlindungan hak cipta.
Inovasi ini menjadi salah satu solusi penting dalam menghadapi tantangan
keamanan multimedia di era transformasi digital.
Menjawab Tantangan Perlindungan
Konten Digital
Saat ini jutaan citra digital
diproduksi dan didistribusikan setiap hari melalui media sosial, platform
digital, hingga sistem berbasis AI. Kondisi tersebut meningkatkan risiko
pencurian karya, penggandaan ilegal, manipulasi gambar, maupun klaim kepemilikan
yang tidak sah. Penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan teknologi
watermarking yang tidak hanya mampu menyisipkan identitas kepemilikan secara
tersembunyi, tetapi juga tetap bertahan meskipun citra mengalami kompresi JPEG,
pemotongan (cropping), rotasi, penambahan noise, maupun berbagai proses
pengolahan citra lainnya.
Inovasi Baru pada Teknologi
Watermarking
Keunggulan utama penelitian ini
terletak pada pengembangan adaptive embedding strength, yaitu teknik yang
secara otomatis menyesuaikan kekuatan penyisipan watermark berdasarkan
karakteristik masing-masing blok citra. Selain itu, sistem juga mengembangkan
strategi baru dalam memilih koefisien Discrete Cosine Transform (DCT) yang
menghasilkan distorsi minimum namun tetap memiliki ketahanan tinggi terhadap
berbagai serangan digital. Pendekatan ini berbeda dengan metode konvensional
yang menggunakan kekuatan penyisipan yang sama untuk seluruh bagian citra
sehingga sering kali menurunkan kualitas visual atau mengurangi ketahanan
watermark.
Melalui strategi pemilihan
koefisien berbasis distribusi hasil kuantisasi JPEG, watermark dapat disisipkan
pada lokasi yang paling optimal sehingga menghasilkan keseimbangan yang lebih
baik antara imperceptibility (watermark tidak terlihat), robustness (tahan
terhadap serangan), dan embedding capacity.
Hasil Penelitian Menunjukkan
Performa Tinggi
Pengujian dilakukan menggunakan
berbagai citra standar seperti Lena, Lake, dan Baboon, baik dalam format
grayscale maupun RGB. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa metode yang
dikembangkan mampu menghasilkan kualitas citra yang sangat baik dengan nilai Peak
Signal-to-Noise Ratio (PSNR) mencapai lebih dari 50 dB pada beberapa pengujian,
serta nilai Structural Similarity Index (SSIM) di atas 0,97, yang menunjukkan
bahwa watermark hampir tidak memengaruhi kualitas visual citra asli.
Selain mempertahankan kualitas
citra, metode ini juga terbukti memiliki ketahanan terhadap berbagai jenis
serangan, seperti:
- kompresi JPEG dan JPEG2000,
- cropping,
- rotasi dan translasi,
- penambahan Gaussian noise, Salt and Pepper noise,
Speckle noise, serta Poisson noise,
- Gaussian blur,
- sharpening,
- histogram equalization,
- image adjustment,
- berbagai proses pengolahan citra lainnya.
Kemampuan tersebut menjadikan
metode yang dikembangkan lebih andal dibandingkan pendekatan watermarking
konvensional yang umumnya hanya tahan terhadap sebagian jenis serangan.
Memberikan Dampak Nyata bagi
Industri
Lebih dari sekadar menghasilkan
publikasi ilmiah, penelitian ini memiliki potensi implementasi yang luas pada
berbagai sektor industri yang mengandalkan keamanan data visual. Teknologi
watermarking adaptif dapat dimanfaatkan untuk:
- melindungi hak cipta karya fotografi, desain grafis,
ilustrasi, dan konten multimedia;
- mengamankan arsip digital pada instansi pemerintah
maupun perusahaan;
- menjaga integritas citra medis pada layanan
kesehatan;
- memperkuat keamanan sistem forensik digital sebagai
bukti elektronik;
- mendukung platform berbasis AI agar mampu
memverifikasi keaslian citra digital;
- meningkatkan keamanan distribusi konten digital pada
industri media dan kreatif.
Dengan meningkatnya kebutuhan
terhadap perlindungan aset digital, metode ini membuka peluang untuk
dihilirisasi menjadi perangkat lunak keamanan multimedia maupun diintegrasikan
ke berbagai sistem manajemen konten digital.
Kolaborasi Internasional Perkuat
Reputasi Riset UNESA
Publikasi ini menjadi bukti kuat
bahwa riset dosen UNESA mampu bersaing di tingkat internasional. Kolaborasi
antara Universitas Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS),
dan Université Paris-Saclay, Prancis, memperkuat kualitas penelitian sekaligus
memperluas jejaring akademik global.
Keberhasilan publikasi pada Expert
Systems with Applications, salah satu jurnal bereputasi internasional di bidang
kecerdasan buatan dan sistem cerdas, menunjukkan bahwa inovasi yang
dikembangkan tidak hanya memiliki kontribusi ilmiah, tetapi juga menawarkan
solusi yang aplikatif bagi kebutuhan industri digital dan perlindungan hak
kekayaan intelektual.
Mendukung Pencapaian SDGs
Penelitian ini sejalan dengan
komitmen UNESA dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi
utamanya berada pada SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui
pengembangan teknologi watermarking adaptif yang memperkuat inovasi pada
industri digital dan perlindungan hak cipta. Penelitian ini juga mendukung SDG
16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan menghadirkan solusi untuk
menjaga integritas, keamanan, dan keaslian informasi digital, sehingga membantu
mengurangi risiko penyalahgunaan konten visual di era AI. Selain itu,
kolaborasi riset nasional dan internasional yang menghasilkan publikasi pada
jurnal bereputasi internasional merupakan implementasi SDG 4 (Quality
Education) melalui penguatan budaya riset, inovasi, dan peningkatan kualitas
pendidikan tinggi berbasis penelitian.
Melalui penelitian ini, UNESA
kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan inovasi berdampak yang tidak
hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata
bagi perlindungan aset digital, mendukung transformasi industri berbasis
teknologi, serta memperkuat daya saing Indonesia di bidang keamanan multimedia
dan kecerdasan buatan.